Bagi seorang pemula yang baru belajar mengelas—khususnya menggunakan metode SMAW (Shielded Metal Arc Welding) atau las stik—salah satu masalah yang paling sering memicu frustrasi adalah kawat las yang sering menempel atau lengket pada material besi.
Saat kawat las menempel, arus pendek akan terjadi, kawat menjadi merah membara, dan jika dipaksa ditarik, lapisan fluksnya bisa rontok.
Jangan berkecil hati, hal ini sangat wajar dialami dalam proses belajar. Artikel ini akan membahas secara tuntas cara mengelas agar tidak menempel lengkap dengan penyebab dan trik mengatasinya di lapangan.
Mengapa Kawat Las Sering Menempel?
Sebelum masuk ke cara mengatasinya, Anda harus tahu dulu apa yang menyebabkan elektroda/kawat las tersebut "enggan" menyala dan malah melekat erat pada besi. Umumnya disebabkan oleh 3 faktor utama:
-
Arus (Ampere) Terlalu Rendah: Mesin las tidak memiliki tenaga yang cukup untuk mencairkan kawat las dengan cepat saat pertama kali disentuhkan.
-
Teknik Pengetukan yang Salah: Menekan kawat las terlalu kuat atau terlalu lama pada material dasar.
-
Kawat Las Lembap: Lapisan fluks yang lembap menghambat terciptanya busur nyala las (arc) yang stabil.
Cara Mengelas Agar Tidak Menempel (Trik Lapangan)
Berikut adalah langkah-langkah teknis yang bisa Anda praktikkan langsung di bengkel agar proses striking (menyalakan busur las) berjalan mulus tanpa lengket:
1. Gunakan Teknik "Menggores", Bukan "Menumbuk"
Banyak pemula menyalakan las dengan cara menusukkan kawat tegak lurus ke besi seperti gerakan memahat. Cara ini hampir 90% akan membuat kawat las menempel.
-
Solusi: Gunakan teknik seperti menyalakan korek api kayu. Goreskan ujung kawat las secara miring dan perlahan ke permukaan besi. Begitu percikan api muncul, angkat sedikit kawat las sekitar 2 mm - 3 mm dari permukaan untuk mempertahankan busur nyala.
2. Atur Ampere Sesuai Diameter Kawat Las
Jangan asal memutar tombol Ampere di mesin las Anda. Setiap ukuran diameter kawat las memiliki standar kebutuhan arus yang berbeda. Jika Anda menggunakan kawat las populer seperti Kobelco RB-26, berikut adalah panduan kasarnya:
| Diameter Kawat Las | Rekomendasi Arus (Ampere) |
| 2.0 mm | 30A – 60A |
| 2.6 mm | 45A – 95A |
| 3.2 mm | 60A – 125A |
Tips: Jika kawat masih sering menempel padahal teknik Anda sudah benar, naikkan Ampere secara bertahap (per 5–10 Ampere) hingga Anda menemukan titik nyala yang pas.
3. Pastikan Penjepit Massa (Grounding) Terpasang Kuat
Arus listrik yang tidak stabil akibat jepitan massa yang longgar atau kotor bisa membuat kawat las tersendat dan mudah menempel.
-
Pastikan area besi yang dijepit oleh tang massa bersih dari karat, cat, atau oli.
-
Jepitkan tang massa sedekat mungkin dengan area yang akan dilas.
4. Jaga Jarak Busur Las (Arc Length)
Setelah kawat berhasil menyala, tantangan berikutnya adalah menjaga jarak. Jarak ideal antara ujung kawat las (inti kawat, bukan fluksnya) dengan material besi adalah sama dengan diameter kawat las itu sendiri.
-
Jika Anda menggunakan kawat 2.6mm, maka jaga jarak gantung kawat sekitar 2.6mm di atas besi selama pengelasan berjalan. Jangan ditekan terlalu dalam.
5. Pastikan Kawat Las dalam Kondisi Kering
Kawat las yang disimpan di tempat terbuka akan menyerap kelembapan udara. Fluks yang lembap membuat busur las tidak stabil dan kawat menjadi sangat mudah lengket.
-
Selalu simpan kawat las di wadah yang kering dan kedap udara.
-
Untuk kawat las khusus (seperti tipe LB-52 / E7016), gunakan welding oven untuk memanaskannya kembali sebelum digunakan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kawat Sudah Terlanjur Menempel?
Jangan panik! Jika kawat las menempel keras pada besi, segera lakukan hal ini:
-
Goyangkan Tang Las: Gerakkan tang las ke kanan dan ke kiri dengan cepat (seperti mematahkan ranting) untuk melepaskan kawat yang menempel.
-
Lepas Tang Las dari Kawat: Jika kawat tetap menempel erat dan mulai memerah, segera buka tuas tang las agar elektroda terlepas dari tang. Ini penting untuk mencegah kerusakan (overheat) pada mesin las Anda.
-
Potong Ujung Kawat: Setelah dingin, lepaskan kawat dengan tang biasa. Potong atau bersihkan ujung kawat las dari fluks yang rusak sebelum mencobanya kembali.
Kesimpulan
Kunci utama dari cara mengelas agar tidak menempel adalah kombinasi antara pengaturan Ampere yang pas dan perasaan (feeling) saat menggoreskan kawat las. Semakin sering Anda berlatih menggoreskan kawat seperti menyalakan korek api, tangan Anda akan semakin terbiasa menjaga jarak busur las yang ideal.
Selamat mencoba, jaga selalu keselamatan kerja (safety first), dan pastikan Anda selalu menggunakan topeng las serta sarung tangan pelindung selama proses pengelasan!